Lazada Indonesia

4 Cara Mengusir Serangga dari Rumah agar Cepat Menyingkir


Jika rumah sering dimasuki oleh semut atau hewan lainnya, maka ada baiknya mengenal berbagai cara mengusir serangga. Mereka kerap datang tak diundang dan juga sering pergi begitu saja sehingga kehadirannya amat menganggu. Kalau hanya beberapa ekor saja mungkin penghuni rumah kurang menghiraukan. Tapi jika serangga sudah bersarang di salah satu sudut rumah, maka perlu diwaspadai.

Ada berbagai cara mengusir serangga yang bisa dipraktikkan. Berikut di antaranya:
  1. Biasakan membersihkan rumah secara rutin. Serangga paling “sebal” kalau rumah dalam keadaan selalu bersih. Kecoa, misalnya, sangat menyukai tempat berantakan. Rutin membersihkan rumah akan membuat serangga terusik.
  2. Tutup lubang yang ada. Serangga biasa masuk rumah lewat lubang-lubang yang menganga. Sekecil apapun lubang adalah pintu bagi mereka. Dengan menutup lubang, serangga sulit untuk masuk.
  3. Gunakan garam dan kapur.Kedua bahan ini untuk mengusir semut dan siput. Siput tidak tahan dengan garam karena dapat mengikat cairan tubuhnya. Sementara semut tidak menyukai zat dalam kapur. Hadang pergerakan mereka dengan kedua bahan tersebut.
  4. Pakai obat semprot antiserangga. Ini adalah langkah sangat praktis dalam memberantas serangga. Tinggal semprotkan pada serangga yang menganggu dan mereka akan tewas. Cara mengusir serangga dengan obat antiserangga sebaiknya tidak membuat penghuni rumah menghirup zat yang disemprotkan.

Mendulang Rupiah dari Kost Eksklusif

Bisnis kost sekarang ini bukan didominasi pelaku yang sekedar menjual kamar saja. Banyak yang mulai memandang terhadap kenyamanan penghuni kamar kost. Tidak heran bila bermunculan jenis kost eksklusif. Keeksklusivannya ditandai dengan berbagai fasilitas penunjang yang tidak ditemui pada kost untuk kelas menengah ke bawah.

Hotel dan Rumah Kost Keprabon, misalnya, melirik jenis kost eksklusif ini sebagai peluang menjanjikan yang mampu menutup pengeluaran bulan. Hotel yang sekaligus memiliki 11 kamar untuk kost ini mulai membuka usaha dobelnya sejak 2000 silam.

“Kami melihat Solo mulai ramai. Lalu lintas antar kota banyak yang lewat Solo, misal ke Semarang atau Jogja. Kami memandang ini sebagai peluang karena akan banyak pebisnis atau pedagang yang melewati kota ini,” ujar Donny Reza Sukarno, Pengelola Hotel dan Rumah Kost Keprabon, jalan Ahmad Dahlan No. 8 Solo.

Tingkat okupansi Hotel Keprabon justru lebih sedikit bila dibandingkan keterisian kamar untuk kost. Bila pada hari biasa hanya sekitar tiga hingga empat kamar yang terisi dari 17 kamar hotel yang tersedia, maka untuk hunian kamar kost bisa terisi hingga 90 persen.

“Kami memang menawarkan harga yang fleksibel mulai 900 ribu hingga 1,2 juta per bulan. Fasilitasnya AC, kamar mandi dalam, dan breakfast. Perbedaan antar harga terletak pada besar kecilnya ruangan,” ujar Reza, sapaan Donny Reza Sukarno. “Kami juga menerima kost untuk masa satu minggu dengan tarif 30 persen dari harga jual kamar kost. Fasilitasnya sama saja,” lanjutnya.

Pangsa pasar Hotel dan Rumah Kost Keprabon memang kalangan pedagang dan eksekutif muda. Mereka rata-rata dari luar kota yang ingin berbisnis di Solo. Hal ini berbeda dengan yang dilakukan oleh Tri Sudarsih, pengelola Kost Putri Indrarini. Kost yang terletak di jalan Ki Hajar Dewantara 12 Solo ini mengambil segmen mahasiswa “berduit” sebagai pangsa pasarnya.

Wajar bila mahasiswi menjadi sasaran kost Indrarini. Lokasinya memang dekat dengan kampus Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, sehingga cukup strategis. Bila melihat ke halaman rumah kost ini, akan tampak berjajar mobil milik penghuni kost dari kalangan orang berada.

Soal tarif memang agak tinggi bila dibandingkan kost mahasiswa pada umumnya di sekitar kampus UNS, berkisar 275 ribu hingga 375 ribu per bulan. Sewa kost dibayar dengan sistem triwulan.

“Kamar besar punya kamar mandi dalam. Kalau yang kecil, tidak ada. Kalau bawa alat elektronik, seperti laptop, tambah 25 ribu. Kalau bawa mobil tambah 15 ribu, ujar Tri Sudarsih. “Kalau dilihat dari keterisian kamar, hampir selalu penuh,” lanjut pengelola 32 kamar kost ini.

Persaingan bisnis kost eksklusif di Solo akan semakin berat. Kompetitor akan banyak yang melakukan bisnis serupa. Hadirnya apartemen turut menandai ramainya tingkat kunjungan di Kota Bengawan ini.

“Menyiasatinya mungkin dengan mengambil pasar segmen tertentu agar bisa bertahan,” ujar Reza.