Lazada Indonesia

Ini Keistimewaan dan Ciri-Ciri Batu Red Borneo Berkualitas Tinggi



Liputan1.blogspot.com - Batu akik Red Borneo termasuk salah satu batu mulia populer dan banyak diburu saat ini.  Harganya bisa melambung  hingga puluhan juta rupiah. Red Borneo banyak ditemukan di Mandi Angin, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Dari sanalah kemudian booming Red Borneo menyebar ke seluruh Tanah Air hingga mancanegara.

Batu Red Borneo memiliki warna yang beragam seperti merah, pink, merah jambu, hijau, kuning, dan biru. Hanya saja warna yang difavoritkan adalah merah muda dan merah tua. Dari sinilah kemudian muncul nama Red Borneo yang kemudian digeneralisasi menjadi sebuah jenis batu.

Batu mulia ini kerap disebut sebagai ruby khas Indonesia. Sebutan lainnya adala Ruby Kalimantan atau Natural Rhodonite. Tahukah Anda? Warna merah khas pada Red Borneo muncul akibat inklusi dendritik hitam, oksida mangan, magnesium, kalsium silikat. Mineral ini termasuk dalam golongan pyroxenoid. Hanya saja kadang kandungan mangan terganti dengan besi, magnesium, atau kalsium.  Selain itu ditemukan butamite (kalsium oksida) sebesar 20 persen.

Baca juga: Cara Merawat Batu Red Borneo agar Tetap Cantik Bernilai Tinggi

Hal lain yang membuat harga Red Borneo amat mahal adalah kelangkaannya. Tingkat kekerasan batu tersebut mencapai 5,5 sampai 6,5 skala Mohs. Kepadatannya menyentuh angka 3,40 hngga 3,74. Indeks biasnya diketahui berada di kisaran 1.716 sampai 1.752. Red Borneo asli memiliki kemampuan ditembus oleh cahaya.

Red Borneo juga memiliki tekstur unik. Pada jeis yang tua rata-rata punya tekstur hitam, atau muncul juga warna krem muda di permukaannya. Dan, dalam bongkahan batu yang belum dibentuk, banyak corak di sana. Namun yang sering dijadikan batu akik adalah warna merahnya. Bahkan, setiap bongkahan akan dinilai berbeda berdasarkan warna merah yang terdapat pada batu.

Baca juga: Cara Mengetahui Ciri-Ciri Batu Lumut Aceh Asli Harga Mahal

Batu Red Borneo memiliki ciri tertentu. Anda bisa menggunakan beberapa ciri ini untuk memeriksa keasliannya. Berikut cirri-ciri batu Red Borneo asli:
  1. Periksa tingkat kekerasan Red Borneo yang hendak dibeli dan sesuaikan dengan standar yang berlaku yaitu antara 5,5 sampai 6,5 skala Mohs. Perhatikan pula terkait 4C yakni carat, cutting, clarity, dan colour.
  2. Kualitas yang terbaik ditemukan pada batu yang warnanya merah cerah seperti merahnya minuman Fanta dan tanpa bercak hitam apapun.
  3. Pastikan memiliki warna yang tidak kusam, terlihat hidup, dan enak dipandang.
  4. Batu Red Borneo tidak punya kandungan kapur. Kalau pun ada jumlahnya sangat sedikit.
  5. Ciri selanjutnya adalah tidak ada retakan, mulus, mengkilap, dan seratnya pun terlihat halus.
  6. Sekalipun disenter dengan cahaya yang lemah, batu Red Borneo asli tetap akan tembus cahaya.
  7. Harga batu Red Borneo termurah sekitar 100 ribu per cincin untuk kualitas paling rendah.  Jika kualitas terbaik harga mencapai Rp 75 juta untuk super Red Borneo.


Mengapa Gerhana Bulan Total Blood Moon Warnanya Merah?


Liputan1.blogspot.com - Gerhana Bulan Total Blood Moon memberikan eksotika tersendiri dari berbagai kejadian langit lainnya. Pasalnya, pada saat bulan tertutup oleh bumi, menimbulkan penampakan warna merah seperti merah darah tembaga. Oleh sebab itu, seringkali gerhana bulan total mendapat julukan blood moon dengan fenomena tersebut. Tapi tahukah Anda kenapa warna bulan bisa menjadi merah.

Ternyata penampakan indah itu justru menjadi pertanda tentang baik buruknya kualitas udara di uatu wilayah. Semakin merah warna bulan saat gerhana, maka wilayah tersebut memiliki polusi udara yang cukup parah. Justru jika warna pada gerhana bulan tersebut cenderung kuning, maka keadaan polusi di suatu wilayah masih lebih baik dari tempat lain.

"Hubungan gerhana bulan total dengan polusi ini menarik ya. Ternyata semakin serius indikasi polusi udara di suatu tempat itu akan ditandai semakin merahnya tanda warna bulan pada saat kita melihat gerhana bulan total,” kata Cecep Nurwendaya, Panitia Planetarium Dinas Pendidikan Provinsi DKI, seperti dikutip dari Merdeka.

Menurt Cecep, gerhana bulan saat tertutup total sebenarnya tidak bisa terlihat. Warna dari bulan menjadi gelap. Hanya saja karena pengaruh atmosfer bumi, akhirnya cahaya dari gerhana bulan total dapat teramati. Jika bumi tidak ada atmosfer, maka begitu bayangan dari bulan tertutup bumi, keadaan bulan akan gelap seluruhnya.

“Tapi karena bumi punya atmosfer maka atmosfer inilah yang merefraksikan (membiaskan) sinar matahari dan kemudian lebih banyak warna biru refraksikan dibiaskan maka yang meneruskan ke bulan itu lebih banyak warna merah. Sehingga tampak bulan berwarna merah. Dan ada yang mengatakan warna merahnya tembaga," terangnya.

Saat suatu wilayah didapati memiliki penampakan blood moon saat gerhana bulan total, maka hal tersebut bisa menjadi masukan bagi otoritas setempat untuk lebih memerhatikan polusi di darahnya.  Wilayah tersebut memiliki masalah polusi udara serius kala warna merahnya makin “segar”.


Jurnalis Foto in Action

Jurnalis foto saat beraksi pada suatu jumpa pers di Bentara Budaya, Yogyakarta.
Foto diambil 6 Januari 2009

Mencari momen yang tepat menjadi rujukan jurnalis foto saat mengabadikan peristiwa. Bidikan foto harus mengenai objek pada posisi (sudut) yang “nyaman”. Artinya dokumentasi yang dihasilkan bukan sekedar foto tanpa cerita, alias mati. Sebisa mungkin pesan dari sebuah dokumentasi bisa diintepretasikan dengan jelas oleh pembaca di medianya masing-masing.

Jangan heran bila banyak ditemui pewarta foto menggunakan posisi yang aneh, bagi orang awam, saat memotret. Kadang mereka jongkok, kamera dekat sekali dengan objek, menyertakan objek lain di depan objek utama, dan sebagainya. Tapi jangan salah, hasil foto mereka menjadi enak dinikmati pembaca tanpa harus meninggalkan pesan berita di dalamnya.