Home » , , , » Idiot Pun Bisa Kaya

Idiot Pun Bisa Kaya

Berbagai cara menjadi jutawan, bisa ditempuh siapapun untuk mendapatkannya. Mulai dari berdagang, investasi, hingga bermain valas pun lumrah dilakoni. Banyak anggapan menjadi jutawan berangkat dari sikap mental untuk mewujudkannya.

Tung Desem Waringin, motivator kondang Indonesia asal Solo, justru berpendapat lain. Orang yang ingin menjadi jutawan mungkin bisa menerapkan beraneka jurus sakti. Tapi menurutnya yang lebih penting dalam melangkah menuju jutawan, ialah tindakan.“Ada orang yang mentalnya salah atau mungkin idiot, tapi kalau tindakannya mengarah untuk kaya maka dia bisa menjadi kaya,” ujar Tung Desem, panggilan akrab Tung Desem Waringin, kepada Saudagar. “Siapa yang kaya, biasanya dia menjadi orang yang terbaik di bidangnya,” lanjutnya.

Tung Desem mencontohkan, ada orang Jepang yang idiot tapi memiliki pukulan baseball yang keras. Karena pukulannya dibutuhkan dalam sebuah team baseball, maka dia mendapat nilai kontrak tinggi sebagai pemain utama dan akhirnya menjadi kaya. “Untuk menjadi kaya perlu tindakan yang tepat,” ujar Tung Desem.

Tung Desem membedakan antara cara untuk menjadi kaya dengan cara bertahan kaya. Bila untuk menuju kaya diperlukan tindakan yang tepat, maka untuk bertahan kaya diperlukan sikap mental benar. “Agar bisa berubah menjadi kaya, maka diperlukan tindakan yang tepat dengan sikap mental yang tepat pula,” ujar Tung Desem yang baru saja mempromosikan buku Marketing Revolution dengan menyebar uang dan tiket seminarnya senilai 100 juta dari helikopter ini.

Tindakan yang yang tepat adalah suatu hal yang menjadikan seseorang menjadi lebih baik. Dengan melakukan tindakan tepat, keprigelan seseorang untuk mengusai suatu bidang akan terasah. Seseorang yang ingin jadi jutawan, lebih memerlukan tindakan nyata yang tepat dibandingkan sikap mental. Sikap mental yang benar, dibangun menyertai tindakan-tindakan tepat yang diambil agar tetap konsisten dan terarah dalam mewujudkan hasil menjadi jutawan dan mempertahankannya.

Jika seseorang memiliki kategori berkemampuan biasa dan ingin menjadi yang terbaik, maka memutuskan tindakan yang tepat adalah pilihan. Tindakan tersebut harus mengarah untuk menjadi jutawan dan mengubahnya sebagai kebiasaan (habit). “Agar tindakan tepat menjadi konsisten ke dalam suatu kebiasaan, diperlukan reward and punishment dan pembinaan,” ujar Tung Desem. “Seperti halnya Tiger Wood yang senantiasa memperoleh gemblengan pembinaan dan kebiasaan yang baik tentang golf, pedagang pun juga perlu memiliki kebiasaan dan pembinaan yang tepat pula. Pembinaan tersebut bisa diperoleh dengan belajar dari orang-orang yang lebih dulu menjadi jutawan,” tambah Tung Desem.

Dengan kombinasi tindakan dan sikap mental, untuk menjadi jutawan, seseorang harus mengambil keputusan yang “banar-benar putus” bahwa dia berkomitmen seutuhnya meraih hidup jutawan. Untuk bisa mengambil keputusan yang “benar-benar putus”, seseorang dibantu dengan pikiran dan emosinya.

Pikiran merupakan pengetahuan untuk menjadi jutawan yang bisa diperoleh dengan membaca, melihat, dan mendengar ilmu yang ada di sekitarnya. Pengetahuan bisa didapatkan melalui buku, internet, seminar, dan sebagainya. Sedangkan emosi, merupakan sikap yang tepat dan harus diambil untuk mendukung implementasi ilmu pengetahuan yang sudah diterima. “Pengetahuan yang dipraktikkanlah itu kekuatan. Pengetahuan hanya mendukung sebesar 20 persen dan 80 persen ditentukan oleh emosi,” ujar Tung Desem.

Tung Desem menyarankan kepada orang-orang yang ingin menjadi jutawan untuk berubah dari sekarang. Seseorang harus mau pindah dari “gelombang miskin” menjadi “gelombang kaya” untuk meraihnya. “Bergaullah dengan orang-orang yang sudah sukses. Dengan bergaul dengan mereka, kita akan mempunyai wawasan yang baru untuk menjadi jutawan,” pungkas Tung Desem.

Comments
2 Comments

2 orang bicara:

fatamorgana said...

yg penting mo berusaha dan pantang menyerah. kepintaran dan kesempatan itu hanya faktor penunjang yg bikin orang bisa kaya.

samuel said...

wow saya jadi bersemangat untuk jadi kaya ini..hehe..artikel yang bagus,biat yang baca jadi termotivasi!