Home » , , , » Ramuan Kopi dan Live Music

Ramuan Kopi dan Live Music


Bisnis coffee shop makin bergairah di Solo. Lebih dari tujuh gerai bermunculan sepanjang 2008 kemarin hingga sekarang. Masing-masing membawa konsep tersendiri. Rocketz, misalnya, membawa konsep live music selain berjualan kopi sebagai menu utama.

Coffee shop yang berlokasi di jalan dr. Radjiman, Solo, ini, setiap hari menyuguhkan pertunjukan musik akustik. Biasanya penampilan aksi band lokal Solo dimulai jam 8 malam. Musik yang dinyanyikan tidak dibatasi pada genre tertentu. “Hanya saja kebanyakan membawakan lagu pop terkini,” kata Arif Dananjaya, manajer operasional Rocketz.

Coffee shop asli Solo ini buka dari jam tiga sore hingga satu dinihari dari Senin sampai Jumat. Pada Sabtu dan Minggu buka dari jam 11 siang hingga satu dinihari. Modal awalnya sekitar 600 juta.

Konsumen bisa mengambil tempat di sisi indoor maupun outdoor. Di sisi indoor, konsumen akan dihadapkan pada suasana remang tapi artistik. Lampu bolam terpasang pada langit-langit. Warna cahayanya yang kuning, menimbulkan efek romantis nan sejuk. Sofa coklat tua diletakkan memenuhi luas ruangan. Bentuknya kotak dan disusun persegi pula, dengan tengahnya diletakkan meja kecil. Sangat nyaman ketika diduduki untuk bersantai, atau sembari browsing memanfaatkan hotspot yang ada.

Nuansa musik tetap disajikan. Sebuah teve plasma menempel di dinding dengan tayangan video klip musik dari menu stasiun teve berbayar. Pada berbagai sisi tembok dipajang pigura yang berisi foto aneka grup band luar negeri, seperti The Beatles. Secara keseluruhan mencerminkan ruangan yang cocok bagi penggemar musik.

Masih di sisi indoor, konsumen bisa berkaraoke ria. Sebuah ruang VIP dipersiapkan untuk itu. Syaratnya, konsumen, yang biasanya berkelompok, melakukan pembelian produk minimal 300 ribu all item. Mereka akan mendapatkan tiga jam pemakaian ruangan karaoke. “Namun dalam perkembangannya, kami pun meminjamkan ruangan ini untuk konsumen yang tidak membeli produk sebesar 300 ribu. Asal mereka membayar 100 ribu per jam,” jelas DJ, sapaan Arif Dananjaya.

Pada sisi outdoor, konsumen akan menempati sebuah tenda kecil dengan meja kayu bundar. Kursi yang ada, mengelilingi meja itu. Angin sepoi malam bisa dinikmati sembari berinternet. Asiknya, pertunjukkan band berada di sisi outdoor ini. Konsumen bisa melihat langsung band yang tampil tanpa halangan pandangan mata.

Rocketz mengandalkan live music sebagai sarana menarik konsumen. Tiap malam bisa berkumpul 200 orang di sini saat band tampil. Jika weekend, jumlah konsumen membludak. “Jumlahnya bisa dua kalinya. Bahkan sering ada waiting list dan mengantri di tempat parkir,” ujar pria 29 tahun ini.

Bicara coffee shop akan berhadapan dengan gaya hidup seseorang. Jika hanya mau minum kopi, orang bisa mendapatkan kopi murah di warung terdekat. Tapi, jika sudah masuk coffee shop, harga kopi berkali lipat lebih mahal. Coffee shop biasanya didatangi para maniak kopi.

“Di Rocketz, harga untuk minuman kopi berada pada range 10 ribu hingga 25 ribu. Ada 25 varian menu minuman di sini, baik itu panas dan dingin,” terang DJ.

Penetapan harga ini, menurut DJ, masih kompetitif. Rocketz membidik kaum muda yang hobi musik. Antara harga minuman dibanding dengan fasilitas yang didapatkan, sepadan. Sehingga, konsumen tidak sekedar menikmati secangkir kopi tapi juga kenyamanan.

Sebagai menu utama, Rocketz mempunyai target penjualan 3.500 cup kopi per bulan. “Selama ini kami bisa melampaui target penjualan yang ditetapkan untuk kopi,” kata DJ.

Biji kopi yang dipakai Rocketz menggunakan kopi impor yang dipasok oleh supplier di Solo. Berbagai jenis kopi, seperti arabica maupun robusta, dicampur dengan takaran tertentu sehingga menimbulkan efek rasa khas Rocketz. Pencampuran ini melalui proses riset lebih dulu. Varian menu kopi akan terus berkembang seiring dengan hasil riset yang didapatkan. Bahkan, jika memungkinkan, Rocketz punya keinginan untuk bisnis di jual beli kopi dengan brand sendiri.

Sebagai pelengkap, Rocketz menyediakan menu makanan pula. Bagi konsumen yang lapar bisa menikmati berbagai sajian menu, seperti kentang goreng atau steak. “Yang banyak disukai adalah menu steak yang kami beri nama chicken the rocketz. Range harga makanan antara 13 ribu sampai 35 ribu,” ujar DJ.

Sejak kehadirannya kurang dari setahun ini, persaingan di lini bisnis yang sama dirasakan Rocketz makin berat. Namun manajemen masih tetap memberikan keoptimisannya. Untuk mempertahankan loyalitas konsumen, Rocketz berkomitmen pada peningkatan layanan dan kualitas produk. Selain itu setiap tiga bulan sekali dilakukan penyegaran tata letak meja sampai ke urusan interior. Yang pasti ciri khas Rocketz, yaitu live music, akan terus dihadirkan.

Soal promosi, Rocketz mem-branding diri melalui berbagai iklan di radio dan titik reklame jalan. Rocketz merupakan anak perusahaan dari sebuah perusahaan periklanan di Solo. Jadi banyak dukungan promosi dari perusahaan induknya. Cara ini cukup efektif untuk mengenalkan Rocketz ke konsumen.

Comments
9 Comments

9 orang bicara:

Indra Mahardika said...

Menurut saya, coffee shop masih kalah bersaing dengan HIK, karena secara umum, masyarakat Solo lebih mengutamakan harga yang lebih murah. Dan lagi, pengunjung Coffe Shop biasanya anak-anak muda yang mau hotspotan.

About Me : said...

Boleh juga nih mas... lokasi dimana?

Redaksi LiputanOne said...

@indra: beda segmen mas indra
@kang iqbal: di jalan dr. radjiman, baron, solo. dekat hotel baron indah

Dony Alfan said...

Lha kok mung nulis tentang Rocketz thok, tulisan pesanan ya? hehehe
Saat ini mungkin sudah ada sekitar 20 coffeeshop di Kota Solo, weleh....

haris said...

ya sudah banyak kedai kopi. tapi saya selalu merasa tak nyaman di sana. terlalu formal, terlalu kaku, terlalu mahal juga. ha3.

Redaksi LiputanOne said...

@doni: jane ki liputan saka kantor. cuma, aq kebagian sing solo trus tak pilih rocketz. dua narsum lain bisa diikuti di majalah saudagar yang dari bandung dan jogja. hahahaha.
@haris: paling enak ditraktir mas haris.hehe

Rumah Impian Eros said...

wah selamat ya. jadi salah satu pemenang kontes review alnect computer. meskipun belum mendapatkan hadiah sesuai harapan setidaknya dari kemenangan ini bisa menjadi penyemangat, menjadi pembakar, menjadi cambuk untuk meningkatkan kreatifitas dan kualitas tulisan/review. untuk menghadapi kontes alnect ke2 atau kontes review lainnya. tetap semangat ya.. jangan pernah putus asa..

ditunggu komentar berkualitasnya dalam tulisan 'Rumah Impian...'.cheers..

Studioprastathom said...

:)

stymurti said...

Lattetude coffee
jl.urip sumoharjo no.140
nice place good coffee excelent service
harga mulai dari 6000 s.d 45.000 ( luwak coffee )