
Awalnya saya memulai usaha dengan berjualan flashdisk. Saya liat di pameran, untuk flashdisk merk Van Disk ukuran 2 GB, harganya 75 ribu. Akhirnya saya punya inisiatif untuk kulakan dan menjual ke teman-teman seharga 80 ribu. Keuntungan saya lima ribu per buah,” ujar Meiga yang mengenakan jilbab. “Sampai sekarang masih ada yang memesan 35 buah dari teman-teman saya,” tambahnya saat ditemui LiputanOne.
Meiga merupakan salah seorang siswa SMK 6 Solo, penerima bantuan modal usaha bergilir selama satu tahun dari sekolahnya. Dia menjadi peserta program pilot project calon enterpreneur di lingkungan SMK 6. Program ini bertujuan menciptakan enterpreneur yang diawali sejak usia dini.
Ada 20 siswa yang berkesempatan mengikuti program. Mereka adalah siswa kelas satu dan dua. Ada dari mereka yang sudah memulai usaha sejak Januari 2009 lalu da ada pula yang satu hingga dua bulan sesudahnya.
Diana lain lagi kisahnya. Siswa ini menggunakan modal dari sekolah untuk membuka konter hape di rumah. Selain itu juga untuk menambah permodalan konter hape keluarganya yang sudah berdiri di sebuah supermarket.
Selain menjual pulsa di konter, Diana memasarkan pula kartu perdana, menyediakan jasa download lagu, dan jual beli hape. Konsumennya hampir sama dengan Meiga. Sebagian besar adalah teman-teman mereka sendiri di sekolah.
“Di rumah masih jauh dari konter hape dan pulsa. Dari penjualan pulsa di rumah saja, dalam satu bulan ini keuntungan yang bisa saya peroleh sekitar 300 ribu,” ujar pemilik nama Diana Wahyu Setyaningsih ini.
Keseriusan kedua siswa ini berwirausaha tentu beralasan. Diana mempunyai cita-cita menjadi enterpreneur yang sukses.
“Minimal saya bisa mengembalikan modal dari sekolah dan mampu melipatgandakan modal yang sudah saya punya sekarang ini. Tentu saja saya juga ingin memperoleh keuntungan yang lebih besar lagi,” kata Diana.
Kalau Meiga, awalnya berkeinginan menjadi wanita karir. Namun sejak mengenal dunia usaha, dia tertarik untuk terus mengembangkannya.
“Kalau dunia enterpreneur lebih menjanjikan, kanapa tidak?” ujarnya optimis.