Home » , , , » Tips Membeli Rumah Lewat KPR Bagi Karyawan Tetap

Tips Membeli Rumah Lewat KPR Bagi Karyawan Tetap




Soal membeli rumah lewat KPR (kredit pemilikan rumah), karyawan tetap termasuk pihak yang lebih diuntungkan. Kebanyakan bank lebih royal untuk menggelontorkan dana KPR bagi mereka dibanding jenis pekerjaan yang tidak tetap. Syarat-syarat pengajuannya pun terbilang mudah. Hanya saja, sekalipun lebih diprioritaskan, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan saat karyawan tetap mengajukan KPR.

Seperti dilansir laman Cekaja.com, ada beberapa kondisi yang bisa memudahkan karyawan tetap dianggap layak untuk membeli rumah secara kredit khusus ini yaitu:
1.       Semakin lama menjadi karyawan tetap suatu perusahaan, lebih diutamakan oleh pihak perbankan. Dengan status tersebut bank merasa ada jaminan jika karyawan tersebut akan lancar saat mengangsursampai lunas. Penghasilannya pun tetap dan dapat dikalkulasi kemampuan finansialnya. Sementara itu bagi karyawan kontrak, saat ini beberapa bak sudah mulai agak terbuka untuk memberikan KPR. Hanya saja karyawan kontrak tersebut minimal bergaji di atas upah minimum regional (UMR) dan memberi suart referensi dari perusahaan. Bank juga akan melakukan review penghasilan karyawan kontrak tersebut selama satu tahun.
2.       Sebaiknya saat mengajukan KPR tidak memiliki pinjaman atau hutang kartu kredit pada suatu bank. Setiap bank memiliki kebijakan rasio kemampuan kredit tiap orang. Jumlah cicilan tidak boleh lebih dari 30-40 persen total pendapatan dari suami istri. Bank akan memeriksan data finansial ini lewat catatan nasabah di Bank Indonesia. Ada baiknya lunasi hutang-hutang dulu di lembaga keuangan dan baru mengajukan KPR agar tidak ditolak. Namun jika rasio cicilan terhadap pendapatan bersih ternyata masih dianggap layak, mungkin bank dapat menyetujui. Selain itu, riwayat rekening bulanan juga menjadi bahan layak tidaknya seseorang mendapatkan KPR.
3.       Siapkan uang muka, makin besar jumlahnya berpeluang KPR cair. Menurut aturan, pemberian KPR hanya cair sebesar 70-80 persen dari nilai properti yang hendak dibeli. Sisanya ditalangi dengan uang muka yang harus disiapkan nasabah. Untuk keperluan ini sebaiknya dipersiapkan sejak dini sebelum membeli rumah dengan menabung. Dapat pula mengajukan pinjaman uang muka ke Jamsostek atau meminjam dengan cara lain. Lebih baik lagi uang muka sudah dipersiapkan sebelum pengajuan KPR. Lebih banyak uang muka disetorkan, maka angsuran makin ringan. Peluang membeli rumah lewat KPR untuk cair juga lebih tinggi.

Comments
0 Comments

0 orang bicara: